Popped in My Mind

Ham dan Bacon

Beberapa minggu lalu saya bersama teman-teman berlibur ke Bali. Kami menginap di Hotel Nusa Dua, seperti hotel pada umumnya memberikan free breakfast. Disana menghidangkan bermacam makanan, sebagian besar menu makanan didominasi oleh menu luar negri, seperti sausage, omelete, scramble egg dan bermacam roti.

Jujur saya sangat suka dengan omelet, karena saya masih ingat, dulu waktu ku kecil, pernah menginap di hotel marcopolo jakarta dengan menu makan pagi omelet, omelet yang sangat istimewa. Sampai saat ini saya belum menemukan omelet yang seenak yang saya makan di hotel marcopolo. Sedikit menyimpang, saya pernah makan omelet di gasibu, saya pikir ne omelet bakal nyerempet2 yang dibikin di hotel marcopolo, namun jauh diluar harapan omelet yang disajikan hanya omelet yang dicampur dengan keju. Omelet yang sangat biasa, saya sangat kecewa dengan itu. Sampai2 teman2 saya menertawai saya, untung saya tau teman2 menertawai bukan karena kualitas omelet tapi kuantitas, dalam hati saya tertawa karena mereka belum tau sejatinya omelet yang enak😛.

Kembali ke ham dan bacon, di omelet yang dihidangkan memiliki campuran yang bermacam, seperti keju, jamur, ham dan beacon. Saya waktu itu sangat percaya kalo yang saya makan itu halal, lagipula saya melihat diujung tempat makan terdapat meja khusus yang menyediakan daging babi atau ‘pork’. Darisini saya yakin walaupun hotel ini mayoritas penggunanya adalah ‘bule’ pihak hotel tetap memikirkan halal tidak nya makanan yang dikonsumsi oleh konsumennya.

Hingga suatu saat teman saya ada yang mengatakan kalo ham dan bacon yang dicampur pada omelet adalah daging babi!! Saya cukup terkejut dengan pernyataan teman saya tadi. Dibalik keyakinan saya terhadap daging yang dicampur bukan daging babi tersimpan keragu2an. Saya ingin menyangkal, namun saya masih ragu2, saya hanya menebak kalo bacon itu adalah cara memasaknya, karena saya juga menemukan ada beef bacon disana, masa daging babi sapi??🙂 Lalu bagaimana dengan Ham?

Mencari dasar dari apa yang saya yakini, saya pun mencari informasi mengenai Ham dan Bacon di internet. Alhamdulillah keyakinan saya bahwa daging yang saya makan tadi benar2 halal. Ham adalah bagian daging pada daerah paha dari hewan potong, biasanya babi. Karena jaman dahulu masyarakat Inggris akrab dengan istilah ham sebagai nama daerah paha pada babi, sampai sekarang istilah ham tetap digunakan, namun hewan yang dipotong tidak hanya babi. Bagaimana dengan Bacon? Saya sedikit meleset dengan perkiraan saya tadi kalo bacon itu cara memasak daging yang dihidangkan. Memang daging bacon itu daging yang diasapkan, namun sebetulnya bacon itu daging pada daerah dekat pantat sehingga memiliki tekstur yang lembut (karena jarang dipake kali ya? hehe) empuklah.. Sama halnya dengan ham istilah ini digunakan masyarakat Inggris untuk daging babi, namun karena sekarang daging selain babi sudah umum digunakan istilah ini tetap melekat pada daging sapi atau daging lainnya. Jadi jangan heran kalo ada beef bacon, bukan daging babi sapi tapi daging sapi dekat daerah pantat.

Well, saya rasa informasi itu menghapus keragu2an saya terhadap daging pada omelet yang saya makan di Hotel Nusa Dua Bali, karena jujur.. saya makan banyak waktu itu😛

Disclaimer : Disini saya tidak meng-halal-kan ham dan bacon, saya hanya menjelaskan bagian mana ham dan bacon. Halal tidaknya ham dan bacon yang pasti tau adalah koki nya, sebelum anda makan ham atau bacon tidak ada salahnya anda bertanya dulu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: