Popped in My Mind

KTP Tidak Gratis

Beberapa bulan yang lalu saya melihat acara ‘John Pantau’ disebuah stasiun televisi.Saat itu membahas mengenai KTP. Saya masih ingat saat itu ada beberapa artis yang diwawancara apakah ada yang membayar untuk membuat KTP Jakarta, salah seorang artis tersebut adalah Aming yang menyebutkan membayar uang sebesar 200rb, kemudian dengan lantang John Pantau tertawa, dia bilang KTP itu gratis. Kemudian berpindah ke masyarakat kelas bawah, mewawancarai beberapa orang menanyakan apakah orang tersebut memiliki KTP, dan mayoritas menjawab mereka tidak memiliki KTP Jakarta.

Kemudian acara berpindah ke sebuah kecamatan, dengan menggunakan kamera tersembunyi seorang kru berpura-pura akan membuat KTP, singkat cerita kru tersebut dimintai biaya administrasi sebesar beberapa ratus ribu, saya lupa nominalnya, untuk waktu pembuatan 3 bulan dan sekian ratus ribu rupiah lebih mahal untuk waktu pembuatan yang lebih cepat, sekitar seminggu. Yang ternyata si pemberi harga bukan orang kecamatan, hanya orang yang ‘bantu2’, situasi menjadi memanas. Pada intinya acara hari itu menekankan membuat KTP tidak diperlukan biaya alias gratis.

Saya baru pindah saat melihat acara tersebut, sehingga saya berencana untuk membuat KTP dengan cara yang benar, sesuai dengan prosedur yang berlaku, bener g se bikin KTP gratis? Itu pertanyaan dalam hati saya. Berangkat saya ke kelurahan untuk membuat KTP, dari kelurahan saya diminta ke kecamatan untuk meminta formulir yang akan diajukan ke dinas kependudukan. Singkat cerita semua prosedur saya lewati mulai dari menghadap ketua RT, ketua RW, kelurahan sampai kecamatan. Dari proses menghadap ini saja saya sudah merogoh kocek sekitar 40rb rupiah dengan alasan biaya administrasi di setiap tempat, saat itu saya mengajukan 2KTP dan sebuah KK. Saya pikir selesai sampai disitu saya merogoh kocek saya. Ternyata semua keperluan tadi hanya untuk mengajukan permohonan ijin tinggal ke dinas kependudukan, yang untuk mendapatkan ijin tinggal harus merogoh lagi sebesar 100rb masing2 orang, kocek mulai terasa tipis.. Setelah surat ijin tinggal diterbitkan, kembali ke kecamatan untuk mengajukan ijin tinggal untuk kemudian dibuat KTP dan KK, kembali diminta biaya administrasi sebesar 15rb.

Dari semua yang saya alami saya merogoh kocek sangat dalam untuk membuat KTP saya dan istri serta KK. Tarikan saat permohonan ijin tinggal dan biaya pembuatan KTP dan KK adalah tarikan legal. Dari sini saya mengerti kenapa banyak masyarakat kurang mampu banyak yang tidak memiliki KTP atau KK. Biaya yang dijanjikan gratis ternyata hanya tipu2 dan membuat kantong semakin menipis. Kalo begini jangan salahkan orang2 yang enggan membuat KTP karena biaya yang dibutuhkan tidak sedikit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: